Gambar ini diambil sesaat sebelum pergi memeriksa suspek flu burung yang dirujuk ke RS Moewardi siang tadi. Beruntung minggu ini kebagian tugas jaga poliklinik umum dan IGD, jam 11.30 telpon poli berdering, menyatakan 1 suspek AI (avian influenza) dirujuk dari puskesmas Sukoharjo. Dengan langkah berat terpaksa keadaan memilih diantara 4 orang co ass jaga siang itu, diriku harus mewakili… In the ER, langsung saja disodori masker bedah, ditambah masker khusus AI, dual layer mask, hard to breath dear..baju polyethilene warna silvery blue yang super panas and yep ready for action..ditemenin satu perawat untuk mengambil darah, kita b2 masuk ruang isolasi ER.
Pertama melihat pasien hal yang pertama aku pikir, it cant be an AI patient. keadaan umumnya masih bagus, ngga keliatan sakit, compos mentis. Not so long mulailah tuh anak nangis…ngga tampak adanya sesak hebat pada anak itu, dengan ditemani simbahnya, terpaksa teriak2, karena ngga maximal suara yang keluar setelah ditutupi 2 masker itu.
RR saat itu 48 kali, sesak memang. suara paru kotor, RBH (+/+), Heart Rate yang sempat tercatat 136x tanpa adanya suara tambahan jantung. namun yang ngga masuk akal his temperature 35,7 degree…ngga demam sama sekali. its impossible..
Sempet ngirim sms ke 2 orang pas itu, sambil nunggu hasil lab darah..hope ngga ada beritanya virus ditularkan lewat sinyal HP.
no longer waiting, hasil lab keluar..
and do know what? dari darahnya, ngga ada kecenderungan doi masuk kategori suspek AI…
Thanks God…